Minggu, 17 Juli 2011

FOTO AKSI PASUKAN TERJUN PAYUNG BELANDA 1948

FOTO AKSI PASUKAN TERJUN PAYUNG BELANDA 1948Aksi Polisionil II demikian Belanda menyebut aksi dirinya dan kita menyebutnya sebagai Agresi Militer Belanda II telah meninggalkan catatan sejarah tersendiri bagi bangsa Indonesia. Juga bagi Yogyakarta yang menjadi salah satu sasaran utama pihak Belanda. Aksi-aksi militer Belanda itu meskipun mendapatkan perlawanan, namun perlawanannya kurang berimbang mengingat persenjataan milik tentara dan gerilyawan waktu itu tidak sebanding dengan milik Belanda.

Aksi Polisionil II di Jogja di antaranya dilakukan Belanda dengan menyerbu Bandara Maguwo. Pasukan terjun payung Belanda diterjunkan di kancah ini untuk merebut Bandara Maguwo karena tempat ini merupakan tempat yang strategis untuk mobilitas pasukan. Aksi ini dilakukan tanggal 19 Desember 1948. Lapangan terbang atau Bandara Maguwo memang bisa dikuasai Belanda saat itu. Semua pejuang menyingkir dari kota dan melanjutkan perlawanan dengan gerilya di pinggiran kota.

Usai terjun di Lapangan Maguwo dengan gagah dan heroiknya pasukan terjun payung Belanda ini berfoto bersama. Foto kenang-kenangan untuk sebuah kemenangan perebutan lapangan terbang. Mungkin demikian pemikiran yang ada di dalam diri mereka. Tampak dalam foto tersebut tulisan Yogyakarta dalam ejaan atau gaya lama.

Perang sekalipun sarat ancaman bahaya maut, namun di sela-selanya sering pula terselip kejadian yang seolah tampak biasa saja. Foto yang disajikan di sini tampak bahwa seolah mereka tidak sedang dalam kondisi berperang. Tampak wajah santai, tertawa lepas dan merasa seolah tidak ada bahaya apa pun yang mengancam diri mereka. Mungkin kemenangan memang membawa suasana seperti yang diekspresikan pasukan terjun payung (pasukan udara) Belanda ini.

a.sartono

Sumber: M.P. van Bruggen, R.S. Wassing, dkk., 1998, Djokdja en Solo, Nederland: Asia Major.